Masa Pengenalan Mahasiswa Baru Universitas Safin Pati

Universitasbaru#Universitassafinpati#Universitasmedeka#ayokuliah#kuliahmurah#kuliahmudah#semangatkuliah#mbkm#pendidikan#kurikulum#semangatkuliah#patihitz#patikota#jatenggayeng #Ospekmahasiswa2023#mahasiwakren#fakultyoflaw#fh_usp

Diskusi Pengembangan Kurikulum USP dan APPI

PATI – Pada hari Senin tanggal 8 Mei 2023, pukul 14.30 s.d 16.30 WIB, bertempat di Gedung Universitas Safin Pati lantai 2 telah dilaksanakan diskusi kelompok kerja khususnya TIM kurikulum Universitas Safin Pati untuk menunjau kurikulum yang berkolaborasi Pendidikan dengan APPI, dihadiri oleh:

1. Muhammad Bagus Binathara,  S.Or., M.Or.

2. Muhammad Nurul Akbar Adityatama, S.Or., M.Or.

3. Dr. Unggul Basoeky, S.H., M.H., M.Kn

4. Nila Arzaqi, S.H., M.H.

5. Dian Imami Mashuri, S.E., M.M.

6. Aditya Angger Wibowo, S.E., M.M

7. Gotcha Michel, S.H.

8. Riza Hufaida, S.H.

Terdapat beberapa sesi pembahasan, yaitu:

  1. Penentuan mata kuliah wajib manajemen olahraga /hukum olahraga dalam Prodi Manajemen, Prodi Pendidikan Jasmani dan Prodi Hukum.

Diskusi dibuka dengan menyampaikan beberapa hal yang akan dibahas sesuai dengan template, dimulai dari flow chart dengan menentukan mata kuliah wajib di 3 (tiga) Program Studi di Universitas Safin Pati. Pembahasan ini menghasilkan kajian sebagai berikut:

Prodi Pendidikan Jasmani ada 5 mata kuliah tentang manajemen olehraga dan hukum olahraga yang ditawarkan APPI yaitu, Marketing, Sponsorship dan Komunikasi dalam Olahraga, Hukum Olahraga, Perantara dalam Olahraga, Integritas dan Doping dalam Olahraga.

Prodi Manajemen ada 2 mata kuliah tentang tentang manajemen olehraga dan hukum olahraga yang ditawarkan APPI yaitu Organisasi Olahraga dan Marketing, Sponsorship dan Komunikasi dalam Olahraga.

Prodi Hukum ada 4 mata kuliah tentang manajemen olehraga dan hukum olahraga yang ditawarkan APPI yaitu, Hukum Olahraga, Hukum Struktur Olahraga, Hukum Keagenan Olahraga, dan Hukum Fair Play. Catatan untuk yang prodi hukum nama mata kuliah telah diganti namanya edemikian rupa untuk bisa masuk atau cocok dengan nama mata kuliah di Prodi Hukum.

Daftar-daftar usulan yang diberikan selama diskusi:

  1. Untuk mata kuliah yang telah diambil di masing-masing Prodi, apabila ada yang sama boleh dijadikan satu kelas besar untuk mempermudah perkuliahan;
  2. Teknis pembelajaran atau system pembelajaran dilakukan secara hybrid ( online dan tatap muka)
  3. Dalam waktu pertemuan perkuliahan yang bersamaan di semua Prodi bisa diadakan kuliah tamu atau kuliah umum oleh APPI
  4. Penyusunan RPS dan Modul pembelajaran akan dibahas dalam diskusi selanjutnya melalui zoom oleh TIM kurikulum USP dan APPI.

2. Pembahasan guidance khusus promosi untuk para atlet APPI

Toleransi untuk atlet yang kuliah di Universitas Safin Pati:

  1. Kemudahan dalam perkuliahan:
    a. Untuk kehadiran 60% khusus untuk atlet, dimana yang untuk mahasiswa regular 75% kehadiran.
    b.Kuliah fleksibel
    c. Biaya terjangkau

Keren! Pesepakbola Profesional Difasilitasi Kuliah di Universitas Safin Pati

PATI – TRIBUNJATENG.COM – Universitas Safin Pati (USP) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

USP menyediakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi bagi para pesepakbola profesional dengan jadwal dan mekanisme kuliah yang disesuaikan dengan kesibukan para pesepakbola.

Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) atas kerja sama ini dilakukan oleh Rektor USP Murtono dengan Presiden APPI Andritany Ardhiyasa di Kampus USP, Trangkil, Kabupaten Pati, Senin (8/5/2023).

Ketua Yayasan Safin Bina Bangsa, Saiful Arifin, mengatakan bahwa pihaknya ingin memberikan tambahan ilmu di luar sepak bola kepada para anggota APPI melalui dunia akademik.

“Kadang pemain hanya fokus mengejar latihan saja dan melupakan pentingnya akademik. Maka kami menyediakan wadah akademik di sini untuk mereka,” kata pria yang akrab disapa Safin ini.

Ia menyebut, di USP ada 16 program studi (prodi) yang bisa dipilih anggota APPI sesuai minat masing-masing.

Rektor USP, Murtono, mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada empat anggota APPI yang resmi menjadi mahasiswa USP.

Mereka ialah Andritany Ardhiyasa, kiper Persija Jakarta sekaligus Presiden APPI yang mengambil Prodi Manajemen, kemudian Achmad Jufriyanto, pemain Persib Bandung sekaligus Wakil Presiden APPI yang mengambil Prodi Hukum.

Ada pula dua orang pemain timnas putri, Shafira Ika Putri dan Sheva Imut Furyzcha.

Safira memilih Prodi Sistem Informasi, sementara Sheva Imut memilih Prodi Pendidikan Jasmani.

“Mengapa kerja sama ini kita lakukan? Di era Kurikulum Merdeka ini ada yang namanya rekognisi, pengakuan kemampuan, life skill, itu bisa diakui dalam kurikulum. Bang Andritany dan Bang Jupe ini punya banyak sertifikat kan? Itu nanti scan saja, kirim ke sini. Itu nanti akan kami akui sebagai mata kuliah keahlian,” ucap dia.

Murtono berharap, kerja sama dengan APPI ini menjadi awal yang baik. Dia berharap, akan semakin banyak insan sepakbola yang kompeten di bidang akademik.

Sebaliknya, institusi akademik juga berangkulan dengan kalangan atlet profesional.

Sementara, Presiden APPI Andritany Ardhiyasa mengatakan, pendidikan akademik diperlukan bagi pemain sepakbola profesional sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan setelah gantung sepatu.

“Atlet yang sukses itu bukan mereka yang hanya bisa survive (bertahan) ketika mereka masih aktif, melainkan mereka yang juga bisa survive ketika sudah pensiun sebagai atlet,” ujar dia.

Andritany menyambut baik adanya kerja sama ini.

Terlebih, melalui kerja sama ini, para pesepakbola profesional diberi kemudahan untuk mengikuti kuliah secara daring.

“Dengan kesibukan saya berlatih dan bertanding, saya dimudahkan lewat sistem e-Learning USP. Pembelajaran juga dilakukan lewat Zoom,” tutur dia.

Dia berharap, ke depan akan semakin banyak anggota APPI yang berkuliah di USP.

Dia mengatakan, sebanyak kurang-lebih 700 pesepakbola profesional saat ini sudah bergabung dengan APPI.

Mayoritas bermain di Liga 1.

Menurut dia, lebih dari 90 persen pemain Liga 1 sudah bergabung ke APPI.

Pemain di Liga 2 dan 3 belum semua terdaftar.

“Dari 700 anggota itu, kalau 10 persen saja kuliah di USP, artinya ada 70 pesepakbola. Ini bisa membuat masa depan pesepakbola lebih baik lagi,” kata dia.

Senada, Wakil Presiden APPI Achmad Jufriyanto menyebut, sistem pembelajaran di USP memang sangat memudahkan para pesepakbola profesional.

“Selain kemudahan pembelajaran lewat zoom dan sistem e-Learning USP, para dosen juga sangat aktif memberikan materi perkuliahan lewat WhatsApp,” ujar dia.

Ia berharap, melalui kerja sama ini, ke depan akan lebih banyak pesepakbola profesional Indonesia yang memiliki gelar sarjana. (mzk)

Universitas Safin Pati Adakan Tasyakuran dan Santunan 1000 Anak Yatim

PATI – PATINEWS.COM. Universitas Safin Pati dibawah naungan Yayasan Safin Bina Bangsa menggelar acara tasyakuran dan santunan untuk 1000 anak yatim secara sederhana. Kegiatan yang bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadhan ini digelar di kampus Universitas Safin Pati di Jalan Raya Pati Tayu KM-13, Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Kamis (23/3/2023) sore.

Hadir dalam kegiatan tasyakuran ini Pembina Yayasan Safin Bina Bangsa, H Saiful Arifin, Rektor Universitas Safin Pati, Dr. Drs. H. Murtono, M.Pd dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini anak yatim piatu dari 10 panti asuhan dari sekitar kampus dengan jumlah 1.000 anak dan 200 siswa Safin Pati Sports School yang juga masih dalam naungan Yayasan Safin Bina Bangsa.

Pada sesi pengajian diisi oleh ceramah Ustaz KH Mukromin dari Ponpes Al Akrom Banyuurip Margorejo Pati.

“Bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah yang telah diberikan kepada kita semua. Hal ini juga sebagai bentuk kepedulian Universitas Safin Pati terhadap lingkungan sekitar,” terang Pembina Yayasan Safin Bina Bangsa, Syaiful Arifin pada sambutannya.

Keberadaan Universitas Safin Pati yang menjadi universitas pertama di Kabupaten Pati diharapkannya dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Pati.

“Akhirnya, Kabupaten Pati mempunyai universitas pertama. Ini baru awal, bahwa ini adalah tanggungjawab kita dan kita baru memulainya. Kami juga tentunya memohon doa restu untuk langkah awal ini,” sambung Saiful Arifin.

Sementara Rektor Universitas Safin Pati, Dr. Drs. H. Murtono, M.Pd mengungkapkan hal serupa. “Universitas Safin Pati mengemban amanat untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelas Murtono.

Disisi lain, dalam ceramahnya Ustaz KH Mukromin mengatakan bahwa apa yang dilakukan Universitas Safin Pati ini sudah sesuai dengan ajaran agama. “Doa anak yatim adalah doa yang mustajabah dan didengar oleh Allah SWT. Mudah-mudahan segala apa yang menjadi cita-cita mulia Universitas Safin Pati dikabulkan,” kata Ustaz KH Mukromin.

Acara ini sendiri ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah di masjid kampus Universitas Safin Pati.

SAH Menjadi Universitas Safin Pati (USP), Penyerahan SK dilakukan secara langsung di Kantor LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah di Semarang

(instagram @isknews.com)

Universitas Safin Pati (USP) beralamat di Jalan Raya Pati – Tayu KM 13, Desa Ketanen Kecamatan Trangkil, Pati, Jawa tengah. Kampus yang diselenggarakan oleh Yayasan Safin Bina Bangsa ini telah membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024.

Rektor Universitas Safin Pati, Murtono mengatakan, Pendaftaran gelombang 1 di mulai pada 10 Januari – 31 Mei 2023, gelombang 2 mulai 1 Juni – 31 Agustus 2023. Beragam beasiswa telah disediakan pihaknya, antara lain beasiswa prestasi, KIP-kuliah, dan hafidz Alquran.

Kampus ini memiliki 5 fakultas. Yaitu Pertama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jurusan S-1 administrasi niaga, administrasi negara, manajemen, D-3 kesekretariatan, manajemen pemasaran, dan manajemen perkantoran.

Kedua, Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, dengan jurusan S-1 pendidikan guru sekolah dasar, dan pendidikan jasmani. Ketiga, Fakultas Ilmu Komputer dengan jurusan S-1 Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Keempat, Fakultas Ilmu Kesehatan dengan jurusan S-1 Administrasi Rumah Sakit, Keperawatan, Ners, D-3 kebidanan, dan farmasi. Dan terakhir, Kelima, Fakultas hukum dengan jurusan S-1 hukum.

Kampus USP memiliki fasilitas yang representatif. Mulai dari laboratorium computer, laboratorium kesehatan, cafeteria, minimarket, taman, mushola, gym, wifi, ruang seminar, perpustakaan, asrama, galeri investasi BEI, serta lapangan sepak bola.

Diketahui, lanjut Murtono, Universitas Safin Pati resmi berdiri berdasarkan SK izin pendirian perguruan tinggi baru yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI.

Penyerahan SK dilakukan secara langsung di Kantor LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah di Semarang. SK diterima langsung oleh Pembina Yayasan Safin Bina Bangsa, Saiful Arifin.

Universitas ini merupakan gabungan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Triguna Utama di Kabupaten Pati, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Asuh Mitra Solo, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten.

Pengenalan Universitas Safin Pati Ke Polres Blora

Pada hari Kamis tanggal 2 Februari 2023, Universitas Safin pati melaukukan kunjungan ke Polres Blora dalam rangka sosialisasi Pemerimaan Mahasiswa Baru 2023/2024 dan beberapa agenda lainnya seperti rencana kerjasama antara Universitas Safin dan Polres Blora. Acara hari ini dihadiri oleh jajaran kepolisian dari Polres Blora dan 3 dosen Universitas Safin yaitu wakil rektor 1 Universitas Safin, Ibu Denni Puspitasari SH, MH dan Nila Arzaqi SH., MH.

Acara di mulai pukul 07.00 sampai dengan 10.00 WIB, dimulai dengan apel pagi Polres Blora, dilanjutkan dengan Pengenalan secara umum tentang Universitas Safin, penjelasan tentang masa Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sain dan sosialisasi program-program yang dimiliki oleh Fakultas Hukum Universitas Safin antara lain Lembaga Bantuan Hukum dan ketersediaaam dosen Fakultas Hukum untuk menjadi Saksi Ahli untuk membantu proses penindakan hukum khususnya di Polres Blora.

Acara ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Universitas Safin kepada Kompol Slamet Riyanto selaku Kabag SDM Polres Blora. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat mempererat hubungan kerjasama antara Universitas Safin dan Polres Blora.

HIGH SCHOOL FAIR 2023

HIGH SCHOOL FAIR 2023?
Hallo, siswa-siswi SLTA Kabupaten Pati dan sekitarnya!!✨
Pengen tau info mengenai PTN/ PTS favorit kamu? Nantikan High School Fair (HSF) 2023 dengan tema “All Your Dream Start From Here”. Tentunya akan ada banyak info menarik dari PTN/ PTS favorit yang ada di Indonesia loh!
Catat tanggal pelaksanaannya ya!!
? Minggu, 15 Januari 2022
? 07.30 WIB-selesai
? Universitas Safin Pati
Selain itu, kalian juga bisa dapatkan:
-Info mengenai PTN/PTS
-Info beasiswa
-Ilmu yang bermanfaat
-Relasi yang luas
-Hiburan
Tunggu apalagi, ayo segera daftarkan diri Kamu di link berikut ini:
https://bit.ly/pendaftaranhsf2023
Kami tunggu partisipasi dan kedatangan kalian!!♥️✨
More info:
Risma (+62 852-3635-6354)
Kholis (+62 821-4437-0414)
#BPUNPATI #HSF2022 #HSFBPUNPATI2022 #Mahasiswa #Prestasi #Kuliah #Beasiswa #KIP #Sanlat #BPUN

Sistem Hukum di Indonesia

Hukum di Indonesia merupakan sistem yang mengatur tata cara dan peraturan yang harus diikuti oleh masyarakat di negara tersebut. Sistem hukum di Indonesia berasal dari beberapa sumber, termasuk hukum adat, hukum agama, dan hukum nasional.

Hukum adat merupakan sistem hukum yang berlaku di masyarakat adat Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang memiliki tradisi, budaya, dan adat istiadat yang berbeda-beda. Hukum adat biasanya dianggap sebagai hukum yang paling penting bagi masyarakat adat, karena ia merupakan bagian integral dari budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat tersebut.

Hukum agama di Indonesia juga merupakan sumber hukum yang penting. Negara Indonesia merupakan negara yang multi-agama, dengan berbagai macam agama yang dianut oleh masyarakatnya, seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan lain-lain. Masing-masing agama memiliki sistem hukum yang berlaku bagi para pengikutnya, yang terkadang diakui dan diakui oleh pemerintah Indonesia.

Sistem hukum nasional di Indonesia merupakan kombinasi dari hukum adat dan hukum agama, serta undang-undang yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Undang-undang tersebut merupakan peraturan hukum yang berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia, tanpa terkecuali.

Sistem peradilan di Indonesia terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari tingkat pertama hingga tingkat terakhir. Tingkat pertama terdiri dari pengadilan negeri, yang menangani perkara-perkara yang bersifat kecil dan sederhana. Tingkat kedua terdiri dari pengadilan tinggi, yang menangani perkara-perkara yang lebih rumit dan berat. Tingkat terakhir adalah Mahkamah Agung, yang merupakan tingkat terakhir dari sistem peradilan di Indonesia, yang menangani perkara-perkara yang bersifat kasus-kasus terbesar dan paling kompleks.

Selain sistem peradilan, Indonesia juga memiliki lembaga-lembaga lain yang bertanggung jawab dalam menegakkan hukum, seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Kejaksaan Agung. Kepolisian bertugas untuk menangani tindak pidana yang terjadi di Indonesia, sementara Kejaksaan Agung bertugas untuk melakukan penuntutan terhadap tersangka yang diduga melakukan tindak pidana.

Selain itu, Indonesia juga memiliki lembaga-lembaga non-kepolisian yang bertugas dalam menegakkan hukum, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS). BPK bertugas melakukan pemeriksaan terhadap keuangan negara, sementara KPK bertugas untuk melakukan penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. LAPAS merupakan lembaga yang menangani pelaksanaan hukuman bagi para terpidana yang dijatuhi hukuman penjara.

Di Indonesia, hukum juga diatur oleh lembaga-lembaga internasional yang telah ditandatangani oleh Indonesia, seperti Konvensi Jenewa tentang Hukum Laut dan Konvensi PBB tentang Hukum Tata Niaga Internasional. Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, yang merupakan organisasi regional yang terdiri dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN juga memiliki lembaga hukum tersendiri, yaitu ASEAN Law Association, yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama hukum di kawasan tersebut.

Dalam menegakkan hukum, Indonesia juga memiliki lembaga-lembaga yang bertugas untuk memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkannya, seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta). Kedua lembaga tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu membayar biaya hukum yang cukup mahal.

Dengan demikian, hukum di Indonesia merupakan sistem yang kompleks dan terdiri dari berbagai sumber dan lembaga yang bertugas untuk menegakkan hukum di negara tersebut. Hukum di Indonesia bertujuan untuk memberikan rasa keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia, serta menjadi pedoman bagi tata cara dan peraturan yang harus diikuti oleh masyarakat di negara tersebut.

Sumber :

Gambar : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag-map_of_Indonesia.png